Cara Mengaktifkan Dan Mengatur File History Di Windows 8.1

Advertisement
Dalam pekerjaan komputasi, praktek yang baik adalah selalu menyimpan pekerjaan Anda secara rutin dan membackupnya. Anda bisa menggunakan beberapa cara untuk melakukannya. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan fitur File History, yang akan menyimpan folder default, kontak, dan favorit ke hard disk secara rutin, yang bekerja dibelakang layar. Anda bisa mengaktifkan File History dan membiarkan berjalan dengan pengaturan defaultnya, atau Anda bisa mengaturnya untuk menyertakan folder lain. Anda juga bisa mengatur seberapa sering salinan file-file Anda disimpan, dan seberapa lama versi-versi yang lama dari file tersebut disimpan.

Cara mengaktifkan File History:

  1. Sambungkan flash disk atau hard disk eksternal ke komputer.
  2. Pada Start Screen, ketikkan "File History" tanpa tanda-kutip.
  3. Klik Save Backup Copies Of Your Files With File History.
  4. Klik Turn On.
  5. Biarkan jendela ini terbuka jika Anda ingin mengatur File History (untuk menjalankan langkah-langkah yang dibahas dibawah).

Cara mengatur File History:

  1. Pada jendela File History, pada panel sebelah kiri, klik Advanced Settings.
  2. Perhatikan opsi-opsi yang ada. Lakukan pengaturan pada opsi-opsi berikut:
    1. Save Copies Of Files: untuk mengatur seberapa sering backup file dilakukan.
    2. Size Of Offline Cache: untuk mengatur seberapa banyak ruang di hard disk komputer Anda yang mencadangkan backup yang direplikasi pada hard disk Anda.
    3. Keep Saved Versions: untuk mengatur seberapa lama versi-versi file Anda yang lama disimpan. Anda bisa mengubah Forever menjadi Until Space Is Needed.
  3. Pada jendela Advanced Settings, klik Save Changes.
  4. Pada jendela File History, klik Exclude Folders.
  5. Klik Add.
  6. Cari folder yang tidak ingin Anda sertakan dalam File History, lalu klik folder tersebut.
  7. Klik Select Folder.
  8. Klik Save Changes.
Tips & Trik:
  • Untuk mengubah drive tempat menyimpan File History, pada jendela File History klik Select Drive, lalu pilih drive yang ada pada daftar dan klik OK.
  • Untuk mengembalikan file dari backup File History, buka jendela File History lalu klik Restore Personal Files. Ikuti panduan selanjutnya untuk mengembalikan file Anda.
  • Pastikan untuk selalu melihat notifikasi yang ditampilkan di Desktop (yang berhubungan dengan File History). Biasanya ada notifikasi bahwa drive Anda penuh. Ini terjadi jika Anda mengatur File History untuk menyimpan data selamanya (Forever). Anda akan diminta untuk mengubah pengaturan ini jika itu yang terjadi.
  • Ketika Anda memasukkan flash disk atau hard disk eksternal untuk digunakan oleh File History, dan jika File History tidak mengenali drive tersebut, maka Anda harus memformatnya. Cari drive pada File Explorer, klik-kanan drive tersebut lalu klik Format (bisa juga memilih Quick Format).

Artikel terkait:
Advertisement